mahardhika dewi

Posts Tagged ‘Rasulullah

  • NABI MELARANG BICARA BERBELIT-BELIT

Diriwayatkan dari Jabir bahwa seseorang telah memuji dan menyinggung Nabi sehingga mulutnya sampai berbusa-busa. Jika berbicara, Ia selalu berbelit-belit. Nabi kemudian mengingatkan “ Hendaklah kau sedikit bicara dan jangan menurut kehendak setan sebab orang yang yang berbelit-belit bicara termasuk saudara kandung setan “ (HR. as-Syirary dalam kitab al-Alqab) Hadist ini berisi tentang larangan agar tidak berbelit-belit dalam berbicara. Manusia akan diminta pertanggungjawabannya dari kata-kata yang diucapkan itu. Allah pun berfirman “ Tiada dia bicara melainkan di sisinya malaikat Raqib dan Atid”.

  • TIGA KRITERIA ORANG BOLEH BERBOHONG

Suatu hari, seperti yang diriwayatkan Imam Thabrani dalam Al-Kabir, Nabi khutbah dihadapan para sahabat. “ wahai manusia, apa yang mendorong kamu berturut-turut berbohong seperti tempat tidur (kasur) berturut-turut terbakar dalam api. Ketahuilah, setiap kebohongan dicatat atas semua anak adam kecuali tiga 9kriteria). 1) oarang berdusta dalam peperangan karena perang itu tipu daya. 2) Orang berdusta kepada istrinya untuk menyenangkannya. 3) Orang berbohong pada dua orang 9yang bermusuhan) untuk mendamaikannya. “ maksudnya, tiga orang dalam kriteria dibolehkan berbohong karena dalam kondisi darurat.

  • BAGIAN DAGING YANG DISUKAI RASULULLAH

Suatu hari Rasulullah dihadiahi daging unta oleh seseorang. Kemudian Ia memakannya bersama para sahabat. Saat itu, Abdullah bin Ja’far mendengar ucapan Nabi, yang berisi : “ Hendaklah (kau makan) daging punggung sebab daging punggung itu termasuk daging yang paling baik. Dan yang lebih baik lagi adalah daging bagian kaki. “Menurut Rasul, daging punggung hewan termasuk daging yang terbaik, tapi yang lebih baik lagi adalah daging “DZIRA”, yaitu daging hasta, atau kaki belakang dan depan. Keterangan hadist ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dari Abdullah bin Ja’far, kenudian driwayatkan pula oleh Thabrani.

  • LARANGAN NABI MEMBUNUH KATAK

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, seperti halnya dalam Sunah Abu Daud, bahwa seorang dokter (tabib) bertanya kepada Nabi tentang katak untuk dijadikan obat. Nabi lalu melarang dokter itu untuk membunuhnya karena katak itu selalu bertasbih, “ Nabi melarang membunuh katak sebagai obat”. Sementara itu, al-Baidhawi berpendapat bahwa membunuh katak dengan alasan untuk menjadikannya sebagai obat bukan karena keharamannya, melainkan karena kenajisannya atau karena katak termasuk binatang yang menjijikkan.

  • LARANGAN NABI MENYIKSA BINATANG

Dalam kitab Shahih Bukhari dijelaskan bahwa suatu hari Said bin Jubair berkata, “ Ketika aku berada di dekat Ibnu Umar, lewatlah beberapa pemuda. Mereka lalu menyakiti dan melempari seekor ayam dengan batu. Ketika mereka melihat kehadiran ibnu umar, mereka semua lari berpencar. Maka, berkatalah Ibnu Umar “ Siapa yang berbuat? Sesungguhnya Rasulullah pernah bersabda, “ Allah melaknat orang yang menyiksa binatang.” Keterangan hadist ini menegaskan bahwa menyiksa binatang termasuk HARAM hukumnya.

Semoga bermanfaat 🙂


Indonesians’ Beautiful Sharing Network
spacer

Blog Stats

  • 28,178 hits